Selamat datang diblog kami, semoga bermanfaat bagi anda yang ingin mencari suatu informasi

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 09 Oktober 2011

Contoh Karya Tulis (Bukit Kerang Aset Sejarah Puulau Bintan Yang Terabaikan)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mengenal dan mempelajari sejarah bagi generasi muda adalah suatu keharusan, karena dengan mengetahui sejarah kita akan tahu bagaimana kondisi riil pada zaman itu, baik pada masa pra-sejarah atau manusia purba maupun pada masa-masa sesudahnya. Sejarah memberi peran yang sangat besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena dari sejarah kita dapat belajar banyak, mengetahui peradaban dan kehidupan pada masa lalu. Banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang sangat mengagumkan apabila para arkeolog bekerja siang dan malam untuk mengungkap realita sejarah di masa lampau ini.
Berbicara sejarah Indonesia tentunya tidak terlepas dari wilayah-wilayahnya yang ada di seluruh Nusantara, termasuk wilayah kita Kepulauan Riau yang di dalamnya terdapat Pulau Bintan. Pulau Bintan merupakan Pulau terbesar di Kepulauan Riau yang sejak 2004 diresmikan sebagai provinsi ke- 32 di Indonesia. Zaman dahulu, Pulau Bintan merupakan pusat Kerajaan Melayu Riau – Lingga, sehingga banyak ditemukan situs-situs peninggalan kerajaan-kerajaan Melayu di seputaran Pulau Bintan.
Tak hanya itu, ternyata pada tahun 2008, sejarawan Kepulauan Riau, Aswandi Syahri, bersama tim pengumpulan dan penulisan cerita rakyat menemukan situs peninggalan zaman pra-sejarah ini di Pulau Bintan, tepatnya di daerah Kawal Darat, Kabupaten Bintan. Diduga, Bukit Kerang (dikenal dengan Kjokkenmoddinger) yang terdapat di Bumi Tanah Melayu ini adalah sisa kebudayaan Bacson – Hoabin; salah satu cabang kebudayaan yang penting pada zaman Mesolithikum (manusia purba sudah hidup menetap) di Indonesia, yang berkembang pada 3000 – 5000 tahun SM.
Selama ini, baik di buku pelajaran, internet, maupun sumber lainnya, Kjokkenmoddinger disebut-sebut hanya terdapat di pulau Jawa, dan pesisir pulau Sumatera saja. Tetapi, kenyataan menunjukkan bahwa peninggalan pra-sejarah yang dikenal sebagai “Kebudayaan Sumatera” ini juga pernah berkembang di daerah Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Adapun Bukit Kerang yang penulis maksud sebagai salah satu warisan dari “Kebudayaan Sumatra” tersebut. Namun keadaan Bukit Kerang di Pulau Bintan saat ini dapat dikatakan memprihatinkan, dilihat dari tingginya yang semakin lama semakin menurun yaitu dari 6 meter pada pengkuran pertama tahun 2009, dan pada tahun 2010, tingginya sudah hampir menjadi 5 meter. Hal ini diduga kuat akibat dari abrasi tanah, karena letaknya yang hanya ±500 m dari sungai Kawal. Selain itu, penelitiannya yang dua tahun ke belakang ini selalu rutin dilakukan tiap awal tahun, untuk periode tahun 2011 ini tertunda hingga pertengahan atau bahkan akhir tahun (sekitar Juli – Oktober). Sebenarnya, terdapat tiga buah Bukit Kerang di daerah Kawal Darat. Tetapi, dua lainnya sekarang sudah rata dengan tanah, dan telah dijadikan perkebunan Sawit oleh warga sekitar.
Oleh karena itu, penulis ingin mengenalkan daerah Kepulauan Riau, khususnya Pulau Bintan, bahwa selain terdapat situs-situs bersejarah peninggalan kerajaan-kerajaan Melayu, juga mempunyai situs peninggalan pra-sejarah, dimana situs ini (Bukit Kerang) merupakan situs peninggalan pra-sejarah tertua di Pulau Bintan yang sekarang sangat butuh perhatian lebih, tidak hanya dari lembaga pemerintah, tetapi juga dari lembaga non pemerintah. Penulis berharap, dengan dibuatnya karya tulis sejarah dengan topik ini, akan ada tindak lanjut yang lebih konkrit oleh seluruh badan terkait mengingat keadaannya yang sudah sangat memprihatinkan. Selain itu, diharapkan juga dapat membuat kita lebih mencintai dan akan timbul hasrat untuk menjaga serta aktif mempromosikan benda bersejarah yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun perumusan masalah dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1)  Apa yang dimaksud dengan kjokkenmoddinger?
2)  Bagaimana terbentuknya peninggalan bersejarah Bukit Kerang di Pulau Bintan?
3)  Bagaimana keadaan Bukit Kerang pada saat ini?
4)  Bagaimana upaya pemerintah dalam melestarikan Bukit Kerang di Pulau Bintan?

1.3 Tujuan penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah:
1)    Untuk mengikuti lomba penulisan sejarah lokal yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang.
2)    Untuk memberikan informasi mengenai peninggalan bersejarah di Kabupaten Bintan.
3)    Untuk mengangkat salah satu peninggalan bersejarah di Kabupaten Bintan khususnya Bukit Kerang.
4)    Untuk menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan para pelajar dan masyarakat.
5)    Ikut melestarikan warisan sejarah dari zaman dahulu kala.

1.4 Manfaat penulisan
Adapun manfaat dari penulisan ini adalah:
1)    Menambah pengetahuan dan wawasan kepada para pembaca mengenai aset sejarah yaitu Bukit Kerang.
2)    Memberikan deskripsi tentang Bukit Kerang.
3) Agar para pelajar mengenal dan memahami arti penting terhadap peninggalan-peninggalan sejarah di tingkat lokal.
4)    Agar pihak pemerintah peduli dengan peninggalan situs pra-sejarah dalam hal ini Bukit Kerang.

1.5 Metode penulisan
Metode penulisan merupakan cara kerja dalam memahami objek yang menjadi sasaran penelitian. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif-analysis content, dimana mengutamakan mengambil data dari berbagai literature yang relevan dengan penelitian. Pengumpulan data dalam penulisan ini adalah dengan pengumpulan data pustaka, mengunjungi langsung serta wawancara dengan narasumber. Wawancara adalah tanya jawab kepada beberapa orang narasumber untuk memberikan informasi mengenai permasalahan yang terkait. Studi kepustakaan adalah meninjau pustaka untuk memperoleh data secara akurat sebagai bahan pembanding yang didapat dari  maupun keterangan narasumber.

BAB II
GAMBARAN DAERAH PENELITIAN

2.1 Letak Geografis Kabupaten Bintan
Secara geografis, Kabupaten Bintan terletak antara 006’17” Lintang Utara – 1034’52” Lintang Utara dan 104012’47” Bujur Timur disebelah barat – 10802’27” Bujur Timur disebelah Timur. Daerah Kabupaten Bintan merupakan bagian dari paparan kontinental yang terkenal dengan nama “Paparan Sunda”. Pulau-pulau yang tersebar di daerah ini merupakan sisa-sisa erosi atau pencetusan daerah daratan pra tersier, wilayahnya membentang dari Semenanjung Malaysia dibagian Utara sampai Pulau Bangka dan Belitung di bagian Selatan. Luas wilayah kabupaten Bintan mencapai 88.038,54 km2, namun luas daratannya hanya 2,21 %, 1.946,13 km2 saja. Daerah Kabupaten Bintan berbatasan dengan:
Utara       :   Kabupaten Natuna
Selatan   :   Kabupaten Lingga
Barat       :   Kota Tanjungpinang dan Kota Batam
Timur      :   Provinsi Kalimantan Barat

2.2 Letak Geografis Kelurahan Kawal
Kabupaten Bintan dibagi menjadi beberapa Kecamatan. Kecamatan Gunung Kijang adalah salah satu dari Kecamatan yang ada. Kecamatan Gunung Kijang terbagi dalam beberapa Desa dan Kelurahan, salah satunya adalah Kelurahan Kawal. Luas Kelurahan Kawal adalah 548,12 km2 (Sumber : Kabupaten Dalam Angka, Tahun 2000) yang terdiri dari daratan, laut dan pantai. Kelurahan ini dilintasi sungai yang peranannya sangat vital bagi warga sekitar. Jumlah penduduk Kelurahan Kawal adalah 13.045 jiwa (Sumber : Kecamatan Dalam Angka, 1990 – 2000, Monografi Desa, 1990 – 2000) dengan mata pencaharian mayoritas warga adalah nelayan, pertanian, dan perkebunan. Perkebunan utamanya adalah karet dan kelapa. Sehingga tidak asing lagi di sepanjang jalan dan tepi pantai kita jumpai pohon kelapa dan pabrik pengolah minyak kelapa. Namun saat ini, sudah mulai dikembangkan perkebunan kelapa sawit. Di areal ini ditemukan peninggalan pra-sejarah yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan Bukit Kerang yang menjadi objek penelitian dan penulisan ini.

BAB III
BUKIT KERANG ASET SEJARAH YANG TERABAIKAN

Terkait masalah yang telah penulis utarakan di atas, selanjutnya penulis akan mengenalkan dan memberikan informasi kepada para pembaca mengenai peninggalan pra-sejarah Bukit Kerang di Kabupaten Kawal, Provinsi Kepulauan Riau.

3.1 Pengertian Manusia Pra-sejarah
Pra-sejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman pra-sejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup (www.wikipedia.com).
Manusia pra-sejarah atau pra-aksara adalah manusia yang hidup jauh sebelum tulisan ditemukan. Mereka hidup sederhana dalam kelompok-kelompok kecil. Alat-alat yang digunakan untuk keperluan sehari-hari masih sederhana. Karena belum ditemukannya peninggalan tertulis maka gambaran mengenai kehidupannya dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan tidak tertulis seperti fosil, relief dan alat-alat sederhana tersebut. Manusia prasejarah sering juga disebut sebagai manusia purba (www.edu2000.org).

3.2 Pengertian Kjokkenmoddinger
Ciri kebudayaan Mesolithikum tidak jauh berbeda dengan kebudayaan Palaeolithikum, tetapi pada masa Mesolithikum manusia yang hidup pada zaman tersebut sudah ada yang menetap sehingga kebudayaan Mesolithikum yang sangat menonjol dan sekaligus menjadi ciri dari zaman ini yang disebut dengan kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris sous Roche.
Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari bahasa Denmark yaitu kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah. Jadi Kjokkenmoddinger dalam arti sebenarnya adalah sampah dapur. Dalam kenyataan Kjokkenmoddinger  adalah timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput yang mencapai ketinggian ± 7 meter dan sudah membatu/menjadi fosil. Kjokkenmoddinger ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera yakni antara Langsa dan Medan. Dari bekas-bekas penemuan tersebut menunjukkan bahwa manusia purba yang hidup pada zaman ini sudah menetap (www.bahan ajar2/sejarah/kebudayaan%prasejarah.com).
Tahun 1925 Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di Bukit Kerang tersebut dan hasilnya banyak menemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan chopper (kapak genggam Palaeolithikum). Kapak genggam yang ditemukan di dalam Bukit Kerang tersebut dinamakan dengan pebble atau kapak Sumatera (Sumatralith) sesuai dengan lokasi penemuannya yaitu di Pulau Sumatera.

3.3 Penemuan Peninggalan Bersejarah Bukit Kerang
Kerang adalah sejenis hewan laut yang memang digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Lokasi penemuan tumpukan kerang itu berada di kawasan Kawal Darat, sebuah desa di tepi Pantai Trikora, sekitar 40 kilometer dari pusat kota Tanjungpinang. Secara administratif, kawasan ini masuk wilayah Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.
 Kawal adalah kampung tua yang banyak menyimpan kisah masa lalu. Sekilas, tidak ada yang menarik dari tumpukan sampah kerang itu. Memang ada yang mengundang tanya, yakni mengapa kulit kerang dalam jumlah besar ditumpuk di suatu tempat hingga membentuk sebuah gundukan tanah. Berdasarkan informasi yang berhasil digali dari warga di kawasan Kawal, ada sisi lain yang menarik dari tumpukan kulit kerang itu. Masyarakat tersebut mengatakan bahwa pernah ada beberapa orang datang ke tempat tersebut. Mereka menginap dan seperti bersemedi. Tumpukan kerang itu bukan sekedar tempat yang memiliki aura mistis saja, melainkan juga sebuah jejak peninggalan sejarah yang nyaris terkubur seiring dengan berjalannya waktu. Tumpukan kerang itu dalam istilah sejarah dikenal dengan sebutan kjokkenmoddinger.
Nama atau istilah Bukit Kerang diambil dari gundukan tanah yang sebagian besar materialnya berasal dari cangkang kerang-kerangan. Kerang-kerangan ini merupakan sisa makanan manusia purba yang hidup pada masa mesolitikum atau masa perubahan antara zaman batu ke zaman perunggu sekitar 3000 tahun – 5000 tahun sebelum masehi.
Menurut hasil wawancara dengan Lurah Kawal Darat, Hazratul Izral, bahwa para arkeolog dari BP3 Batu Sangkar pernah menemukan fosil kapak genggam (pebble), atau lebih spesifik lagi adalah kapak sumatera (sumateralith). Hasil penemuan itu sempat beberapa bulan dibawa ke laboratorium.
Penemuan fosil kapak genggam ini kemudian akan memperkuat bukti sejarah di kawasan Kawal tersebut. Setidaknya bagi buku sejarah di Tanah Melayu, dapat ditambah satu bab lagi, yang khusus mengupas tentang kehidupan di rentang waktu pra-sejarah. Sebab, sejarah Bintan yang sampai ke masyarakat pada saat ini baru terlacak pada pendulum waktu sekitar 900 masehi sampai 1100 masehi, di mana pernah berdiri sebuah kerajaan di kaki Gunung Bintan. Dalam sejumlah buku sejarah, termasuk di antaranya “Hikayat Hang Tuah: Analisa Struktur dan Fungsi” yang ditulis oleh Guru Besar UGM Sulastin Sutrisno memang menguatkan bahwa di kaki gunung itu pernah berdiri sebuah kerajaan.
Lantas bila menilik lagi satu buku “Kota Kara dan Situs-Situs Sejarah Bintan Lama” yang ditulis oleh Aswandi Syahri, pada sekitar tahun 1512-1513 masehi di kaki Gunung Bintan, atau di kawasan yang dikenal sebagai Kota Kara, juga pernah menjadi pusat pemerintahan Sultan Mahmud. Jatuhnya Kota Melaka ke tangan Portugis pada 1511 membuat Sultan Mahmud dan rombongan menyingkir ke selatan. Diperkirakan, ia dan rombongan sampai ke Bintan setahun setelah Melaka jatuh. Kemudian Sultan Mahmud pun membangun basis pertahanan di sekitar kaki Gunung Bintan. Keberadaan bukti sejarah di kaki gunung itu juga kemudian dikuatkan oleh adanya sejumlah makam tua.
Bila melihat dari dua data di atas, artinya titik sejarah Bintan terjauh yang bisa ditarik adalah pada pendulum waktu sekitar 900 masehi. Sementara sebelum itu, semua masih merupakan sebuah teka-teki sejarah yang gelap. Lalu dengan penemuan bukit kerang di Kawal tersebut, maka bisa sedikit menguak jejak masa lalu manusia Bintan.

3.4 Kondisi Peninggalan Bersejarah Bukit Kerang
Bukit Kerang bisa jadi adalah tumpukan sampah dapur. Waktu itu, bisa jadi manusia purba memakan kerang sebagai santapan keseharian, mengingat sampai saat ini saja, kerang masih banyak ditemukan di bibir Pantai Trikora. Saat itu, menurut penelitian tim arkeolog, bisa jadi ada semacam kepercayaan mereka bahwa setelah memakan isinya, maka kulit kerang tak boleh dibuang sembarangan, melainkan harus ditumpuk di satu tempat. Selain itu, juga mungkin waktu itu ada konsepsi manusia prasejarah yang memandang kerang sebagai hewan suci, yang akan kualat bila membuang sembarangan.
Bukit Kerang yang ditemukan di kawasan Kawal itu sendiri memang tidak terlalu tinggi. Bentuknya tidak sampai menjadi bukit, melainkan hanya sebatas tumpukan kerang saja. Tingginya saat ini dari permukaan tanah sekitar 5 meter, atau 12 meter di atas permukan laut. Lebar gundukan Bukit Kerang mencapai 18 x 24 meter. Bisa jadi pada masa lalu, tinggi tumpukan kerang itu di atas 4 meter.
Namun karena berjalannya waktu, tinggi tumpukan kerang semakin berkurang. Apalagi di bagian tengah tumpukan kerang itu kini sudah ada lubang. Kemunculan lubang itu jauh terjadi sebelum para arkeolog melakukan penelitian. Diperkirakan warga setempat, ada orang yang menggalinya untuk keperluan mengambil benda tertentu. Warga kampung sekitar tempat tersebut sendiri sudah menemukan keberadaan Bukit Kerang sekitar tahun 1960-an, seiring pembukaan hutan menjadi kebun-kebun warga. Sebelumnya ada dua tumpukan kerang, namun yang satu kini sudah nyaris rata dengan tanah.
Dalam penelitiannya, tim arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batu Sangkar, selain menemukan gundukan kerang setinggi 4 meter, juga masih ada batu yang diduga sebagai kapak genggam manusia purba, dan satu lagi, serpihan tulang kepala manusia purba.

3.5 Jejak Pengembaraan Manusia Pra-sejarah Bintan
Para arkeolog menemukan bukti adanya kehidupan manusia pra-sejarah atau purba di situs tersebut. Manusia pra-sejarah di Bukit Kerang Kawal Darat ini diperkirakan hidup di zaman Mesolithikum  (zaman batu pertengahan) atau sekitar 1500-1900 tahun sebelum masehi.
Manusia pra-sejarah di Bintan sudah menggunakan gerabah yang sudah ditera (dihias), meski hiasannya hanya berupa garis lurus-lurus pada gerabah. Seperti yang ditemukan di BKKD Bintan tersebut. Termasuk adanya kerang mutiara yang tengahnya berlubang. Ini merupakan bagian dari estetika pada masa tersebut. Mereka hidup berkelompok-kelompok, ada kemungkinan mereka tinggal di sekitar muara sungai, tepi sungai dan di pinggir laut. Melihat situs itu (jaraknya dari tepi pantai sekarang sekitar 4,7 kilometer) ada kemungkinan garis pantai Bintan Timur sudah mengalami perubahan (menurut Kepala Balai Arkeologi Medan, Lucas Partanda Koestoro DEA menjawab Batam Pos, Senin 16/2).
Menanggapi pertanyaan apakah manusia pra-sejarah di Kawal Darat Bintan ini punah, dikatakan bahwa tidak bisa punah. Sebab, mereka bisa saja bermigrasi ke tempat lain atau mungkin berkembang. Sedangkan mengenai pola kehidupannya, dijelaskan pada umumnya mereka hidup berkelompok-kelompok. Di situs Kawal Darat ini ada tiga situs Kjokkenmoddinger, yang masing-masing digunakan kelompok yang berbeda. Setiap kelompok beranggotakan sekitar 25 – 30 orang yang tinggal di rumah berbentuk panggung seperti yang ditemukan di Aceh.
Mereka mencari makan dengan berburu yang dilakukan oleh pria dewasa. Sedangkan, yang anak-anak, wanita dan orang tua mencari atau mengumpulkan makanan seperti kerang-kerangan serta umbi-umbian di sekitar tempat tinggal mereka. Itu sebabnya, tulang manusia yang biasanya ditemukan di dalam tumpukan Kjokkenmoddinger berasal dari anak-anak atau wanita. Dalam pra penelitian di Kjokkenmoddinger Kawal Darat ini belum ditemukan adanya tulang manusia. Satu hal lagi yang bisa ditarik dari penemuan situs bukit kerang di Kawal itu adalah pembuktian bahwa laut telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan orang-orang Bintan sejak sekitar 4000 tahun yang lalu.

3.6 Upaya Pemerintah dalam Melestarikan Bukit Kerang
Penemuan situs purbakala di Kawal tampaknya akan menjadi berkah tersendiri bagi warga Bintan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Bintan sudah merencanakan untuk menjadikan kawasan ini sebagai objek wisata baru di Bintan, melengkapi sejumlah objek lain yang sudah ada. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan menjelaskan saat ini Pemkab Bintan sudah berencana membebaskan lahan warga di sekitar lokasi penemuan situs purbakala tersebut. Selanjutnya wisata budaya ini nantinya akan disejalankan dengan wisata hutan bakau di Bintan. Apalagi di jarak tak sampai 10 km dari lokasi, Pemkab Bintan sudah merencanakan untuk membangun dermaga feri internasional di Tanjungberakit yang nantinya turis asing bisa masuk ke kawasan bukit kerang melalui dermaga feri yang akan membuka rute ke Singapura.
Terlepas dari potensi wisata yang tengah mengintai itu, penemuan situs bukit kerang di Kawal ini sekaligus menjadi sebuah pintu masuk untuk kajian sejarah lebih mendalam yang  akan menjadi lokasi objek penelitian lanjutan para arkeolog Indonesia.

3.7 Makna Peninggalan Sejarah bagi Jati Diri
Terlepas dari kondisi fisiknya, peninggalan sejarah tersebut, bila dikaji secara seksama memiliki arti penting bagi masyarakat dan juga Pemerintah Daerah Pulau Bintan untuk lebih memahami jati dirinya. Dalam arti luas, jati diri bukan hanya mengacu pada awal keberadaan masyarakat, tetapi mencakup jati diri masyarakat dari generasi ke generasi yang menyangkut kiprah yang menunjukkan kepribadian dan budaya masyarakat yang bersangkutan.
Pada titik inilah, sejarah Bintan kemudian harus dipikirkan kembali. Apa kemudian makna dari penemuan situs pra-sejarah di Kawal itu. Satu di antaranya, tidak lain membuktikan bahwa kehidupan sudah bermula di Bintan pada sekitar 1900 tahun sebelum masehi. Bila ditambah dengan penanggalan masehi yang saat ini sudah memasuki angka tahun 2009, maka berarti kehidupan sudah bermula di Bintan pada hampir empat ribu tahun yang lampau. Angka ini bisa menjadi lebih panjang lagi, bila suatu saat kembali ditemukan situs pra-sejarah lagi di Bintan, yang usianya lebih tua dari Bukit Kerang di Kawal tersebut.
Serta dalam rentang waktu hampir 4000 tahun itulah, tentu banyak kisah yang sempat berlangsung. Dan itu semua menjadi bagian dari sejarah orang-orang Bintan. Seperti kata pepatah, tidak boleh kita melupakan sejarah, sebab sejarah itu adalah kunci untuk mengetahui jati diri kita. Bagi orang-orang Bintan, penelusuran terhadap sejarah yang mungkin masih banyak tersebar itu akan membuka sebuah kotak pandora, bahwa ada banyak sisi kehidupan yang telah luput dari catatan pena dan kertas. Membuka masa lalu orang-orang Bintan, berarti juga adalah proses untuk menemukan jati diri orang-orang Bintan itu sendiri.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan semua yang telah penulis utarakan di atas dapat disimpulkan bahwa:
·         Pulau Bintan memiliki aset peninggalan bersejarah yang saat ini terabaikan.
·      Keadaan Bukit Kerang di daerah Pulau Bintan saat ini dapat dikatakan memprihatinkan.
·         Ekskavasi yang dilakukan di lokasi Kawal Darat menemukan sejumlah bukti arkeologi, bahwa di BKKD itu sudah ada kehidupan manusia pra-sejarah sekitar zaman Mesolithikum (zaman batu pertengahan) atau sekitar 3000 – 5000 tahun sebelum Masehi.
·         Diperkirakan sudah ada penghuni Pulau Bintan pada kurun 4000 tahun yang lampau.
·     Keadaan Bukit Kerang pada saat ini menunjukkan masih minimnya perhatian pemerintah dan kesadaran masyarakat sekitarnya untuk menjaga peninggalan bersejarah ini.

4.2 Saran
·        Peninggalan Bukit Kerang di Kawal ini adalah bukti sejarah yang tak terbantahkan untuk diambil pelajaran bahwa laut sudah digunakan untuk kehidupan sejak zaman pra-sejarah. Harusnya kita bisa mulai mengoptimalkan menggunakan sumber daya laut untuk meningkatkan kehidupan.
·      Pemerintah seharusnya melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui lebih jauh sisi lainnya dari peninggalan tersebut dan mengupayakan konservasi terhadap peninggalan bersejarah yang hampir hilang ini.
·         Masyarakat dan pemerintah bekerja sama dalam menjaga peninggalan ini baik dengan cara meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap peninggalan ini melalui penyuluhan maupun dengan menjadikan daerah peninggalan tersebut sebagai wilayah konservasi.

Jumat, 07 Oktober 2011

Manusia Serigala

Manusia serigala, atau yang juga dikenal dengan nama lycanthrope, cerita dongengan semasa anak-anak yang sampai sekarang masih kita dengar. Beberapa orang percaya bahwa manusia serigala adalah orang yang terkena kutukan dan seumur hidupnya tidak lagi menjadi manusia yang utuh, namun menjadi makhluk setengah manusia setengah serigala. Konon, manusia serigala hanya dapat berubah pada malam bulan purnama terjadi. Berikut ini adalah link yang berasal dari wikipedia tentang cerita dan seluk beluk manusia serigala. Lycanthrope, begitulah orang yunani menamakannya. Namun, bagaimana bisa cerita tentang manusia serigala berkecambah keseluruh dunia? Dan apa sebenarnya yang dimaksud werewolf dari sudut pandang mistik dan science?
OK, menjawab yang pertama, mungkin werewolf dapat menyebar begitu pesatnya karena dia adalah folklore. Cerita yang dapat dibawa-bawa oleh orang tertentu. Misal, orang dari daerah asal pemilik folklore tersebut bepergian kesuatu tempat dan bersinggah disana. Memiliki keluarga, anak, dan akhirnya menakut-nakuti anaknya dengan cerita manusia serigala. Hal semacam itu dapat membawa cerita-cerita tersebut dan menyebarkannya sampai kemana-mana. Karena, cerita semacam itu bisa dijadikan alat untuk menakut-nakuti anak mereka pada generasi turun-temurun sekalipun.
Nah, namun ada kemungkinan karena adanya budaya Hallowen yang sering dilakukan pada malam tanggal 31 Oktober. Karena hebohnya kebudayaan tersebut, dan sudah dikenal luasnya kebudayaan tersebut, maka werewolf, yang juga sering dimunculkan dalam kegiatan perayaan halloween, dapat menyebar luas seiring dengan tersebarnya kebudayaan halloween.
Sekarang, menilik apa itu manusia serigala, ada dua tanggapan yang mendasari definisi manusia serigala.
Yang pertama adalah dari sudut pandang mistik. Mereka yang percaya dengan hal seperti itu meyakini bahwa manusia serigala adalah manusia yang mendapat kutukan, atau hasil dari infeksi manusia serigala yang lain. Dan mereka hanya dapat berubah pada saat malam bulan purnama saja.
Disisi lain, menurut pandangan science, manusia serigala adalah semacam penyakit yang bernamaa Hypertrichosis. Penyakit tersebut juga disebut werewolf syndrome. Efek dari penyakit tersebut adalah menimbulkan pertumbuhan rambut yang sangat panjang di sekujur tubuh dan wajah, jadi nampak seperti manusia serigala. Hal tersebut muncul sejak lahir dan diprediksi akibat dari mutasi genetik.Yang baru ditemukan adalah mutasi pada kromosom 22 (catatan : manusia memiliki kromosom 23 pasang)

dikutip dari: http://miracleareas.blogspot.com/2010/01/manusia-serigala.html

Misteri ufo

Area 51 merupakan institusi militer paling terkenal di dunia tapi keberadaannya paling sulit dilacak. Kalaupun Area 51 nyata, fasilitas itu kemungkinan besar berada di 100 mil di luar Las Vegas di Gurun Nevada, bersanding dengan markas angkatan udara dan tempat ujicoba nuklir bawah tanah.
Lokasi itu bagi pendukung teori konspirasi sebagai wilayah bagi insinyur Pentagon dalam merakit ulang ulang UFO yang jatuh. Selain itu juga tempat penyimpanan Extra Terrestrial (ET) atau makhluk aneh yang dibekukan.
Pada 2001 acara Katie Couric mendapati 7% warga AS tidak percaya negara itu benar-benar pernah mendarat di bulan. Fotofoto yang diungkap ke publik dinilai rekayasa dan dibuat di gurun Nevada. Namun menyangkut Area 51 malah dianggap nyata, termasuk bisa dilihat dengan foto satelit dengan Google Earth.
New York Time akhirnya berhasil membuat laporan mengenai Area 51 berdasarkan pengakuan lima mantan karyawannya. Kolonel Hugh Slater, 87 merupakan komandan markas Area 51 pada era 1960 an. Edward Lovick 90 tahun adalah pakar yang selama 30 tahun menguji radar untuk pesawat terkenal, termasuk U-2, A-12 OXCART dan F-117.
Sementara Kenneth Collins 80 adalah pilot tes pesawat CIA. Thornton Barnes 72 tahun dan Harry Martin 77 tahun merupakan insinyur proyek khusus Area 51. Juga orang yang bertanggung jawab membangun wahana setengah juta galon persedian bulanan bahan bakar untuk pesawat mata-mata.
Collins pernah menerbangkan pesawat paling rahasia keluar dari Area 51 dengan kode nama OXCART. Pesawat itu dibuat oleh Lockheed Aircraft Corporation. Saat terbang di atas Utah pesawat mulai melintir dan jatuh ke bumi. Dia selamat dengan kursi pelontar. Setelah 46 tahun Collins baru diajak melihat kembali pesawatnya yang jatuh pada 2008.
Sedangkan Lovick merupakan ahli fisika yang mengembangkan teknologi siluman. Ia mengatakan fasilitas itu tidak selalu disebut sebagai Area 51. Atasannya, pembuat pesawat legendaris Clarence L Johnson menyebut fasilitas itu sebagai Paradise Ranch bagi orang yang mau meninggalkan keluarganya dan hidup di gurun Nevada yang ganas demi ilmu dan melawan negara jahat.
Lalu apakah ada UFO di Area 51? Selama bertahun-tahun misteri Area 51 dibawa pegawainya hingga ke liang lahat. Namun pengakuan Collins, Lovick, Slater, Barnes dan Martin tampaknya mengecewakan para penganut teori konspirasi.
Mengenai mitos perakitan ulang pesawat UFO yang jatuh, Barnes memberikan pencerahan. "Kami melakukan pembangunan ulang banyak teknologi luar, termasuk pesawat tempur jet Soviet MiG," katanya. Pesawat MiG jelasjelas tidak mirip UFO.
Lalu munculnya pesawat mirip piring terbang dari mana? Bentuk OXCART sangat aneh, tebal dan mirip piring. Bentuk seperti itu karena didesain untuk membawa bahan bakar dalam jumlah besar.
Pilot pesawat komersial yang melintah di atas Nevada akan melihat OXCART yang berbalut body titanium akan memantulkan sinar matahari. Apalagi dengan kamampuan bergerak cepat seperti peluru, tidak heran jika akan menyangka sebagai piring terbang.
dikutip dari: http://www.inilah.com/read/detail/97859/misteri-ufo-area-51-terungkap/

Ketika Bulan Terbelah - Tafsir Surat Al Qomar (54) ayat 1

Ada sebuah ayat di dalam al Qur'an yang menyatakan bahwa bulan [pernah/akan] terbelah ketika jaman telah mendekati kiamat. Sengaja kata pernah dan akan saya beri kurung karena ada beberapa penafsiran tentang ayat ini. Selengkapnya arti ayat tersebut adalah sebagai berikut:
Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. (QS Al Qomar (54): 1)
Dalam catatan kaki dari terjemahan al Qur'an Departemen Agama RI, ditulis: Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Memang ada hadits yang meriwayatkan peristiwa terbelahnya bulan di masa Nabi saw. masih di Mekah. Hal ini terjadi ketika kaum musyrikin 'menantang' Nabi untuk menunjukkan bukti kenabiannya dengan meminta membelah bulan.
Berikut adalah beberapa di antaranya: (Terima kasih kepada seorang pembaca yang menunjukkannya)
  1. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. bersabda: Saksikanlah oleh kalian. (Shahih Muslim No.5010)
  2. Hadis riwayat Anas ra.: Bahwa penduduk Mekah meminta kepada Rasulullah saw. untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah saw. memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali. (Shahih Muslim No.5013)
  3. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.: Sesungguhnya bulan pernah terbelah pada masa Rasulullah saw.. (Shahih Muslim No.5015)
Bukti bulan pernah terbelah - Gambar ngarai di permukaan bulan

Klaim gambar bukti bulan terbelah di internet

Sejak cukup lama, telah beredar melalui internet sebuah gambar permukaan bulan yang diklaim sebagai bukti pernah terbelahnya bulan sekaligus bukti 'kebenaran' ayat di atas. Gambar aslinya dapat dilihat pada situs Badan Antariksa Amerika (NASA).> Lihat
Di sana terlihat sebuah ngarai (semacam kanal kering) besar yang lurus membentang, dan mengesankan sebuah bekas patahan atau belahan yang tersambung kembali. Tetapi, jika kita bersedia membaca lebih jauh keterangan dari NASA mengenai gambar tersebut, orang akan berpikir ulang untuk menyatakan bahwa ngarai tersebut merupakan bekas terbelahnya bulan.

Beberapa fakta tentang bentukan alam di bulan tersebut:

  1. Ilmuwan menyebutnya sebagai RILLE atau RIMA. Meskipun ada banyak spekulasi tentang asal muasal kejadiannya, tetapi pendapat terkuat menyatakan bahwa ia merupakan bekas kanal atau saluran lava yang keluar dari perut bulan di masa lampau. Khusus yang berbentuk lurus seperti Rille Ariadaeus ini, diduga merupakan patahan tanah yang turun di antara 2 sesar kerak bulan yang sejajar.(Lihat Bagan)
    Bagan Sesar
  2. Rille mempunyai berbagai macam bentuk. Lurus dan panjang seperti gambar di atas adalah salah satunya. Sisanya ada yang seperti aliran sungai sebagaimana di bumi (Lihat). Mereka ditemukan di hampir semua titik di permukaan bulan. (contoh)
  3. gambar permukaan bulan -rille berkelok
  4. Rille tidaklah sepanjang yang diperkirakan. Meskipun ada yang mencapai ratusan kilometer ,tetapi tidak ditemukan Rille yang mengelilingi seluruh permukaan bulan. Jika bulan pernah terbelah dua dan Rille tersebut adalah bukti bekas belahannya, tentunya kita bisa harapkan bahwa Rille tersebut membentuk garis yang mengelilingi bulan.
    Rille pada gambar di atas seolah membelah bulan karena sudut pengambilan gambarnya. Panjangnya hanya sekitar 300 km atau 1/36 dari 10.921 km keliling permukaan bulan. (lihat tampak atas)
    gambar patahan di permukaan bulan - tampak atas


Jadi, tidak tepat menjadikan gambar di atas sebagai bukti bahwa bulan pernah terbelah.
Bagi kita, yang mengimani Allah, ayat tersebut harus dipercayai. Ditambah lagi ada hadits shahih yang menyatakan memang demikian. Jikalau belum ada bukti yang kita inginkan, tidak seharusnya kita mengurangi keimanan. Allah Maha Kuasa untuk membelah bulan. Dan Ia pun kuasa untuk menyatukannya kembali, dengan atau tanpa bekas. Semuanya mudah bagi Allah.

>> Kembali ke Mengkritisi gambar-gambar kebesaran Allah

dikutip dari: http://www.al-habib.info/review/gambar-bukti-bulan-terbelah.htm

Kaki Besar (Big Foot)


Artikel dari dunia Cryptozoologi lagi nih,soalnya ada yang request Bigfoot....

Bigfoot merupakan salah satu makluk misteri yang sampai saat ini banyak membuat orang penasaran tentang eksistensi mereka sesungguhnya.Sifat misteriusnya mungkin bisa disamain sama Chupacabra,Nessie,Monster Yeti,Ogopogo,dll, yang juga temasuk pada jajaran monster-monster dunia Cryptozoology.

Bigfoot sendiri banyak dideskripsikan sebagai makluk hidup misterius (bisa dikatakan sebagai hewan ngga ya?) yang berfisik mirip dengan Gorila atau barangkali King Kong,tapi mereka berjalan tegak kaya manusia,Berbulu lebat (biasanya item warnanya,klo putih bukan Bigfoot lagi namanya,tapi Monster Yeti),tubuhnya tinggi besar,lebih besar dan tinggi dari manusia normal(menurut para saksi yang pernah melihat Bigfoot,rata-rata tinggi makluk tsb sekitar 6 kaki).
Menurut para ahli Cryptozoologi,Bigfoot dipercaya merupakan keturunan terakhir dari manusia purba yang telah punah.

Bigfoot banyak muncul di Amerika,bahkan berita ahir-ahir ini Bigfoot juga muncul di Johor,Malaysia (mungkin masih merupakan spekulasi),tapi Pemerintahan Malaysia sendiri malah semakin giat meneliti jejak-jejak telapak yang ditinggalkan makluk raksasa di sekitar cagar alam Johor.

Laporan-Laporan Mengenai penampakan Bigfoot

*Potret diatas diambil pada 20 Oktober,1967 dengan menggunakan Kamera Film 16 mm oleh dua orang pemburu,Roger Patterson bersama kawannya Bob Gimlin di Hutan Bluff Creek diwilayah utara California.
Mereka dengan tidak sengaja berpapasan dengan makluk misterius yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya sewaktu menjelajah hutan dengan menggunakan Kudanya.
Menurut cerita dari mereka,kemunculanya sangat cepat dan tak diduga-duga,sampai membuat kuda-kuda mereka panik dan berjingkrakan sehingga menghempaskan mereka berdua ke tanah.
Bob yang panik,sempat menembakkan senapannya satu kali kearah makluk tersebut,namun meleset.Makluk itu kemudian berlari meninggalkan mereka.Namun,karena dorongan rasa penasaran yang kuat,merekapun dengan sesegera bangkit dan mengejar makhluk misterius tsb.
Sempat kehilangan jejak sesaat,namun tiba-tiba makluk itu muncul kembali dari sebuah semak.Roger pun dengan inisiatifnya sesegera mungkin mengambil gambarnya sebelum ia menghilang kembali masuk kedalam lebatnya vegatasi hutan.
Mereka menuturkan,walapun makluk itu berbadan besar,namun larinya cepat,lebih cepat dari kami,sehingga mereka sangat kewalahan untuk mengejarnya.

Banyak orang mengaggap picture yang mereka ambil mungkin hanya rekaan saja,namun dugaan ini tidak bisa divonis secepat itu,mengingat para peneliti mengatakan dari hasil sampel film otentiknya,pict tersebut bukanlah merupakan suatu rekayasa.Namun benar-benar murni hasil jepretan terhadap suatu obyek makluk hidup,namun makluk itu sejenis apa, itulah yang masih menjadi pertanyaan sesungguhnya.


*Laporan juga datang dari pihak yang berwenang Spotsylvania County Landfill, Virginia Amerika, mengatakan bahwa terdapat potongan kaki seukuran dengan manusia telah ditemukan namun dipastikan bahwa kaki tersebut bukanlah kaki manusia.

Berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, di beberapa negara luar negeri, kejadian seperti ini merupakan bukti kejahatan yang serius. Bisa jadi ini adalah bukti pembunuhan atau bahkan penganiayaan terhadap binatang. Sehingga pelaku bisa mendapat sangsi yang berat.

Pihak rumah sakit Virgina mengatakan bahwa kaki yang ditemukan adalah species dari sejenis monyet. Pencarian masih terus dilakukan untuk mencari potongan tubuh yang lain.

Seorang peneliti di Universitas Wisconsin-Madison dan April D.Truitt yang bekerja pada pusat penyelamatan binatang primata di Kentucky, mengatakan bahwa kaki yang ditemukan terlalu besar untuk ukuran kaki primata,

William Dranginis adalah seorang kepala organisasi penelitian Bigfoot di Virginia memiliki opini khusus atas penemuan ini, dia percaya bahwa potongan kaki yang ditemukan adalah Kaki Bigfoot. Perlu diketahui bahwa William telah melakukan penelitian eksklusif untuk mempelajari makhluk aneh selama 10 tahun.

*Pada tanggal 26 Agustus 1957,William Roe menceritakan suatu pengalamannya kepada sebuah harian lokal bertemu Bigfoot.
Roe sendiri merupakan seorang penjaga cagar alam diwilayah Minesotta,USA yang baru 2 tahun bekerja.
Waktu pertama kali berjumpa dengan Bigfoot didasar sebuah lembah,dia mengira makluk tersebut hanyalah seekor Beruang Grizzly.Namun,setelah lebih lama diperhatikan,makluk itu bukanlah merupakan seekor Grizzly.Menurut penuturannya,tidak mungkin seekor Grizzly bisa berdiri tegak selama itu.Tangan dan kakinya juga tidak bisa dibilang merupakan ciri-ciri dari seekor Beruang,apalagi dia tidak mempunyai moncong.Hidungnya datar dengan mata yang kecil dan gelap.Seluruh tubuhnya juga penuh dengan bulu yang lebat.
Tingginya dia perkirakan sekitar 6-7 kaki dengan perawakan yang sangat besar,bahkan lebih besar daripada perawakan Grizzly normal.

Roe sendiri dengan bebas bisa melihat makluk aneh dalam waktu yang cukup lama,karena dia berada diatas lereng dengan ketinggian 20 kaki dari lembah dimana makluk itu berdiri.sambil sedikit merunduk,dia sangat terpesona melihat-nya.
Sewaktu dia masuk dan menghilang kedalam vegetasi lebat,Roe sempat mendengar suara ringkikannya.mirip ringkikan seekor Gorila menurutnya.
Tapi yang membuat dia bingung,sebenarnya itu makluk apa,klo sejenis perimata mungkinkah dia berdiri atau berjalan setegak itu dan memakan daging seperti yang dia lihat.


This is a picture of a white Bigfoot like creature sighted often in Fort Worth, Texas in 1996


This photo was taken in 1997 by a fire fighter captain on the edge of the Florida Everglades.


Beberapa sebutan untuk Bigfoot

Sudah banyak macam-macam nama yang dipakai untuk menyebut seekor Bigfoot,diantaranya:

- "Bad Idians"
- "Mountain Devils"
- "Omaha Bushman"
- "Sasquatch"
- "Yeren"
- "Yeti" (khusus bagi Bigfoot yang hidup-nya di Alaska yang memiliki bulu putih)

Saat ini,para peneliti banyak yang menghubungkan Bigfoot dengan Gigantopithecus Blacki,yaitu suatu perimata purba dengan fisik yang sangat mirip dengan karakteristik dari seekor Bigfoot yang hidup diwilayah Asia sekitar 300.000 tahun lalu.Namun uniknya dari spesies purba tersebut,tak sedikit fosil-fosilnya juga ditemukan di wilayah Eropa,dan Afrika.
Menurut mereka,mungkinkan mereka sempat bermigrasi dengan melakukan perjalan sejauh itu?atau mungkinkah mereka juga dapat menyebrangi benua hingga terdampar ke wilayah Amerika?
Tapi yang benar-benar tidak habis dipikir,jikalau Bigfoot itu termasuk dalam golongan species Gigantopithecus Blacki yang hidup sekitar 300.000 tahun lalu,bagaimana ya cara mereka dapat bertahan hidup dan berkembang biak sampai ke-abad 21 ini?

Jejak Kaki Bigfoot

Jejak Kaki Bigfood tentunya sangat berbeda dari jejak kaki hewan lainnya,karena memang karakteristiknya berbeda jauh,namun jejak kaki Bigfoot sangat mirip dengan jejak kaki manusia,bedanya punyanya Bigfoot lebih gede.

Makanannya Bigfoot
Menurut para pakar-pakar Cryptozoologi,makanannya Bigfoot diantaranya:

-tanaman-tanaman liar disekitar hutan,seperti jamur,buah-buahan,dll
-Kacang-kacangan dan biji-bijian
-Ikan (salmon,dll)
-Insecta
-Daging hewan (rusa,dll)



dikutip dari: http://yasirmaster.blogspot.com/2007/06/kaki-besar-big-foot.html

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites